Dan memang, pembuat dari virus ini lebih menargetkan seranganya untuk data-data yang ada pada jaringan dan komputer lembaga-lembaga atau perusahaan. Baca juga: Bitcoin Alat Pembayaran Sah? dan bahaya mencari bitcoin di internet.
Hal tersebut mungkin dimaksudkan biar lebih gampang menuruti seruan mereka dan menunjukkan uang tebusannya biar data penting tidak hingga hilang.
Mengapa hacker pembuat virus Ransomware Wannacry meminta tebusan uang bitcoin..?
Hal itu biar mereka sulit untuk dilacak keberadaanya. Karena setiap pemilik akun yang menjalankan transaksi Bitcoin dapat dengan gampang memakai identitas palsu, tidak menyerupai transaksi keuangan online paypal contohnya yang mengharuskan mendaftar memakai identitas asli.
Berapa jumlah uang tebusan yang diminta pembuat Virus Ransomware Wannacry..?
Mengutip dari situs Kompas Tekno, 2 Rumah sakit yang dibeberapa komputernya terinfeksi, yakni Rumah Sakit Dharmais dan Rumah Sakit Harapan Kita, mereka dimintai untuk membayar tebusan sebesar 4 juta.
Sangat berbeda dengan kasus yang dialami salah satu Rumah Sakit di Los Angeles - Amerika Serikat (AS) yang berjulukan Presbyterian Medical Center yang diminta untuk membayar uang tebusan hingga sekitar 226 juta rupiah.
Jika dilihat dari kejahatannya tersebut, banyak pihak yang menyampaikan bahwa pembuat Virus Ransomware Wannacry bukanlah hacker melainkan teroris, alasannya ialah dalam dunia hacking biasanya menjunjung tinggi instruksi etik yang harus dipatuhi yang diantaranya ialah dilarang menyerang Rumah Sakit.
Karena hal itu memang sangat memalukan. Ketika banyak pasien sakit yang sedang membutuhkan pengobatan dan perawatan harus terlambat mendapat penanganan alasannya ialah sisten dan data yang terganggu oleh Virus tersebut.

Posting Komentar