Saya yakin anda tidak tahu, alasannya memang promo tersebut tidak ada, dan kalaupun ada, itu hanyalah penipuan online di internet yang dilakukan oleh orang atau oknum yang tidak tahu malu.
Berawal dari sms yang masuk ke nomor hp saya, yang sekaligus menciptakan saya sedikit tertawa juga alasannya berisi pemberitahuan bahwa saya ialah satu pemenang dari program promo WhatsApp, dan alasannya tertulis juga sebuah alamat website maka iseng-iseng sayapun mengunjunginya.
Dari awal sesungguhnya saya sudah yakin 100% bahwa ini merupakan agresi penipuan, dan saya membukannya bukan alasannya terpancing, akan tetapi ingin tau ibarat apa modus yang oleh sang penipu akan pergunakan nanti dalam menjalankan aksinya.
Dengan memakai layanan blog gratis blogger, sang penipu menciptakan blog dengan alamat "promowhatsapp17.blogspot.co.id", dan sehabis membukannya sayapun tertawa, alasannya melihat kekonyolan dari ulah sang penipu tersebut.
Mengapa saya tertawa? alasannya sang penipu mencantumkan foto-foto dari abdnegara Kepolisian Republik Indonesia dan bahkan juga foto Bapak Kapolri Jenderal Tito Karnavian demi menarik kepercayaan calon korbannya.
Serta ada juga Bendahara SAMSAT, Kementrian Sosial RI, Kementrian Perhubungan, Direktorat Jenderal Pajak dan juga KPK.
Juga sponsor hadiah dari Bank Mandiri dan Bank Indonesia, dan hampir semua stasiun tv nasional gambar logo nya dipasang juga disana.
Berikut video tampilan website penipu yang mengatasnamakan dari Whatsapp Inc:
Berikut video tampilan website penipu yang mengatasnamakan dari Whatsapp Inc:
Dan lagi, saya masih tertawa ketika melihat gambar ibarat dibawah ini yang sudah di edit oleh sang penipu tersebut:
Pada gambar diatas, yang sebelah kiri merupakan hasil editan dan manipulasi sang penipu yang seperti sebagai bukti bahwa aktivitas undian WhatssApp berhadiah tersebut memang sudah ditayangkan di MNC TV.
Padahal gambar yang sesungguhnya ialah ibarat pada yang sebelah kanan diatas, yang merupakan gambar thumbnail pada video Youtube yang sudah di unggah oleh chaneel MNC Play.
Kesimpulannya: Saya tahu bahwa netter kini sudah teredukasi dan pinter-pinter semua, jadi tidak akan terpengaruh dengan tipuan udik ibarat pada pola kasus diatas. Akan tetapi tidak sanggup dipungkiri juga, bahwa terkadang masih saja ada yang gaptek dan sanggup terperdaya oleh modus penipuan ibarat ini.

Posting Komentar